Peringatan Hari Boden Powell ke 157 tahun 2014
ScoutBox | WebMail
 

Teknik Kepramukaan













2002 cialis daily discount mar statistics
2002 cialis daily discount mar statistics

2001 cialis daily discount mar statistics
2001 cialis daily discount mar statistics

2000 buy cialis daily f
2000 buy cialis daily f

aries hernawati
0825-0826
Kak, setahu saya Penyebutan kata yang betul Ketua KWARNAS,tapi kenapa di edisi 54 CITRA TH 2014 kok penyebutannya Kepala KWARNAS ya, mohon penjelasannya terima kasih
Sunday, 20-04-2014 12:50:34

Kak Sukarno
Kwarran Wonoayu
Salam Pramuka...!Karang Pamitran Ranting Wonoayu diadakan rutin setiap bulan dengan tempat berpindah-pindah, periode bulan April inirencana dilaksankan hari Selasa tgl 15 April 2014 bertempat diPangkalan SDNWonoayu I... Rata-rata pembina yang hadir 75 orangkadang-kadang lebih...
Thursday, 10-04-2014 16:25:20

rizky robeth ardyansyah
smpn 1 jabon
salam pramuka,kak ada info untuk jambore cabang tidak,
Thursday, 03-04-2014 07:38:20

hanif mufarida
SMK Madania
Salam Pramuka! kak mau tanya mengenai pelaksanaan KMD. Kegiatannya itu kapan dan dimana? terima kasih
Saturday, 29-03-2014 01:04:29

Kak Sukarno
Kwarran Wonoayu
Salam Pramuka...! Kak Toni Ijazak KMD Jenggala 156 Wonoayu yang salah dulu sudah selesai apa belum ?
Tuesday, 25-03-2014 18:43:03

NILLA ROCHMAWATI
02.096/02.095
info pendaftaran KMD mandiri 2014, biaya pendaftaran berapa?pelaksannannya kapan?dimana?
Saturday, 08-03-2014 04:19:02

abdullah tralala
smp islam
mau tanya kak. apa ada stempel khusus kamabigus.trima kasih atas jawabannya.
Friday, 07-03-2014 03:15:33



ARTIKEL UMUM
17 Record
Artikel Terbaru :

Tanggal 22 Februari merupakan Hari Baden-Powell (Founder’s Day). Seluruh anggota Pandu Dunia dan Pramuka merayakannya. Nah… untuk mengenang usaha beliau tersebut serta sebagai penghargaan tertinggi yang saya berikan untuk beliau saya coba mempublikasikan artikel ini. Meskipun terkesan agak terlambat, namun tidak melunturkan semangat saya untuk mempublikasikan artikel ini. Akhir kata, semoga ini bisa membantu kita semua untuk “meluruskan sejarah.” Begitulah kalimat yang saya ingat dari salah seorang sejarahwan yang pernah saya dengar. Karena menurut beliau sejarah di Indonesia ini banyak yang keliru dan perlu dibuktikan kebenarannya. Terimakasih. Berbagai data tentang kedatangan Baden-Powell pernah diungkapkan dalam buku Patah Tumbuh Hilang Berganti – 75 Tahun Kepanduan dan Kepramukaan yang diterbitkan oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka pada 1987. Di halaman 25 buku tersebut terdapat subjudul “Peristiwa kedatangan Baden Powell dan Jambore Dunia”. Pada buku tersebut dituliskan antara lain, “Suatu peristiwa yang tidak mudah dilupakan adalah kedatangan Lord Baden Powell of Gilwell dan Lady Baden Powell di Indonesia, pada tanggal 3 Desember 1934, dalam rangka kunjungan keliling ke beberapa negara, waktu kembali dari Jambore di Australia. Baden Powell melihat keadaan dan perkembangan organisasi kepanduan di Indonesia, yang biarpun pada waktu itu Indonesia dijajah oleh Belanda, namun perkumpulan kepanduannya berkembang sangat pesat dan menggembirakan.” Pada alinea berikutnya dituliskan, “Penerimaan dan acara kunjungan Baden Powell itu diatur sendiri oleh NIPV. Pandu-pandu Indonesia hendak ikut serta menyambut kedatangan Baden Powell, tetapi tidak diperkenankan oleh pimpinan NIPV. Hal ini mengakibatkan bertambah besarnya ketegangan hubungan kepanduan nasional Indonesia dan NIPV.” Data tersebut telah berulang kali saya baca, tetapi hanya sebatas itu saja. Apalagi data dari buku itu telah sering pula dijadikan acuan dalam berbagai penerbitan Kwarnas. Itulah sebabnya, pada awalnya saya tak begitu menaruh perhatian pada keterangan itu. Tapi segalanya berubah tanpa disengaja. Penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan kepustakaan terhadap bundel fotokopi majalah kepanduan Het Padvindersblad, majalah berbahasa Belanda yang merupakan majalah resmi Nederlandsch-Indische Padvinders Vereeniging, organisasi kepanduan Hindia-Belanda. Juga terhadap bundel fotokopi majalah Pandoe, majalah berbahasa Melayu-Indonesia (bahasa Indonesia ‘tempo doeloe’) yang merupakan majalah resmi Kepandoean Bangsa Indonesia. Bundel-bundel fotokopi dari majalah-majalah tahun 1930-an itu sebenarnya telah cukup lama disimpan di Kwarnas, tetapi kurang diperhatikan. Sejumlah buku kepanduan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia juga ditelusur. Dan hasilnya, ternyata data yang termuat dalam buku Patah Tumbuh Hilang Berganti – 75 Tahun Kepanduan dan Kepramukaan banyak yang kurang akurat. Nama Bapak Pandu Sedunia ditulis Baden Powell, padahal seharusnya Baden-Powell dengan garis sambung. Lalu tanggal kedatangan Baden-Powell ke Indonesia yang ketika itu masih berada dalam jajahan Belanda dan dinamakan Hindia-Belanda (Nederlands Indie/Dutch East Indies) bukan 3 Desember 1934 melainkan 4 Desember 1934. Baden-Powell juga bukan datang ke Indonesia, waktu kembali dari Australia. Justru Baden-Powell beserta istri dan dua anak perempuannya ke Indonesia terlebih dulu, baru ke Australia untuk menghadiri jambore di ”Negeri Kanguru” itu. Kurang tepat pula bila dikatakan tak ada pandu-pandu Indonesia yang ikut menyambut Baden-Powell dan keluarganya. Kenyataannya, bahkan tarian Jawa dan Baduy dari Banten, ikut ditampilkan dalam upacara menyambut kedatangan Bapak Pandu Sedunia. Baden-Powell juga mendapat gong berukir, sementaranya istrinya, Lady Olave Baden-Powell, mendapat piala perak, sebagai hadiah kenang-kenangan dari para pandu di Hindia-Belanda. Hasil penelitian tersebut kemudian ditampilkan dalam buku berjudul B-P & I (Baden-Powell & Indonesia) dengan subjudul “Melacak sejarah kedatangan Baden-Powell ke Indonesia” setebal 89 halaman. Buku itu kemudian diterbitkan secara terbatas untuk memperingati Hari Baden-Powell/Founder’s Day pada 22 Februari 2008. Buku tersebut telah dibagikan kepada sejumlah tokoh Gerakan Pramuka seusai acara peringatan Hari Baden-Powell di Cibubur, Jakarta Timur, Jumat sore. Di antaranya kepada Wakil Ketua Kwarnas, Kak Amoroso Katamsi, lalu kepada Sekretaris Jenderal Kwarnas, Kak Joedyaningsih, dan Kepala Lembaga Pendidikan Kader Nasional Gerakan Pramuka, Kak Djoko Mursito. Inilah bingkisan kecil yang Kak Berthold Sinaulan persembahkan di Hari Baden-Powell tahun 2008. Salam pramuka Sumber : - Catatan Kak Berthold Sinaulan (Annas Gerakan Pramuka/Wartawan Suara Pembaruan)
18-04-2014 23:43:29  - Posted By Kak Fatoni, S.Sos


Bersyukur Dalam Segala Hal

Posted By Citra Creative
23-11-2009 00:01:52


New Page 1

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya.

Sesaat kemudian kekasihnya bertanya,
"Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?"
Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya.

Kekasihnyapun pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu, "Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya."

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah .
Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

"Hidup adalah anugerah"

Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar - Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu - Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang pacar, suami atau isterimu - Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu - Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat dipanggil Tuhan.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu - Ingatlah akan seseorang yang begitu mengaharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai - Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.

Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh - Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu - Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain - Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu - Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu


NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI !

Salam

 


 

Semua Artikel :

Tanggal 22 Februari merupakan Hari Baden-Powell (Founder’s Day). Seluruh anggota Pandu Dunia dan Pramuka merayakannya. Nah… untuk mengenang usaha beliau tersebut serta sebagai penghargaan tertinggi yang saya berikan untuk beliau saya coba mempublikasikan artikel ini. Meskipun terkesan agak terlambat, namun tidak melunturkan semangat saya untuk mempublikasikan artikel ini. Akhir kata, semoga ini bisa membantu kita semua untuk “meluruskan sejarah.” Begitulah kalimat yang saya ingat dari salah seorang sejarahwan yang pernah saya dengar. Karena menurut beliau sejarah di Indonesia ini banyak yang keliru dan perlu dibuktikan kebenarannya. Terimakasih. Berbagai data tentang kedatangan Baden-Powell pernah diungkapkan dalam buku Patah Tumbuh Hilang Berganti – 75 Tahun Kepanduan dan Kepramukaan yang diterbitkan oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka pada 1987. Di halaman 25 buku tersebut terdapat subjudul “Peristiwa kedatangan Baden Powell dan Jambore Dunia”. Pada buku tersebut dituliskan antara lain, “Suatu peristiwa yang tidak mudah dilupakan adalah kedatangan Lord Baden Powell of Gilwell dan Lady Baden Powell di Indonesia, pada tanggal 3 Desember 1934, dalam rangka kunjungan keliling ke beberapa negara, waktu kembali dari Jambore di Australia. Baden Powell melihat keadaan dan perkembangan organisasi kepanduan di Indonesia, yang biarpun pada waktu itu Indonesia dijajah oleh Belanda, namun perkumpulan kepanduannya berkembang sangat pesat dan menggembirakan.” Pada alinea berikutnya dituliskan, “Penerimaan dan acara kunjungan Baden Powell itu diatur sendiri oleh NIPV. Pandu-pandu Indonesia hendak ikut serta menyambut kedatangan Baden Powell, tetapi tidak diperkenankan oleh pimpinan NIPV. Hal ini mengakibatkan bertambah besarnya ketegangan hubungan kepanduan nasional Indonesia dan NIPV.” Data tersebut telah berulang kali saya baca, tetapi hanya sebatas itu saja. Apalagi data dari buku itu telah sering pula dijadikan acuan dalam berbagai penerbitan Kwarnas. Itulah sebabnya, pada awalnya saya tak begitu menaruh perhatian pada keterangan itu. Tapi segalanya berubah tanpa disengaja. Penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan kepustakaan terhadap bundel fotokopi majalah kepanduan Het Padvindersblad, majalah berbahasa Belanda yang merupakan majalah resmi Nederlandsch-Indische Padvinders Vereeniging, organisasi kepanduan Hindia-Belanda. Juga terhadap bundel fotokopi majalah Pandoe, majalah berbahasa Melayu-Indonesia (bahasa Indonesia ‘tempo doeloe’) yang merupakan majalah resmi Kepandoean Bangsa Indonesia. Bundel-bundel fotokopi dari majalah-majalah tahun 1930-an itu sebenarnya telah cukup lama disimpan di Kwarnas, tetapi kurang diperhatikan. Sejumlah buku kepanduan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia juga ditelusur. Dan hasilnya, ternyata data yang termuat dalam buku Patah Tumbuh Hilang Berganti – 75 Tahun Kepanduan dan Kepramukaan banyak yang kurang akurat. Nama Bapak Pandu Sedunia ditulis Baden Powell, padahal seharusnya Baden-Powell dengan garis sambung. Lalu tanggal kedatangan Baden-Powell ke Indonesia yang ketika itu masih berada dalam jajahan Belanda dan dinamakan Hindia-Belanda (Nederlands Indie/Dutch East Indies) bukan 3 Desember 1934 melainkan 4 Desember 1934. Baden-Powell juga bukan datang ke Indonesia, waktu kembali dari Australia. Justru Baden-Powell beserta istri dan dua anak perempuannya ke Indonesia terlebih dulu, baru ke Australia untuk menghadiri jambore di ”Negeri Kanguru” itu. Kurang tepat pula bila dikatakan tak ada pandu-pandu Indonesia yang ikut menyambut Baden-Powell dan keluarganya. Kenyataannya, bahkan tarian Jawa dan Baduy dari Banten, ikut ditampilkan dalam upacara menyambut kedatangan Bapak Pandu Sedunia. Baden-Powell juga mendapat gong berukir, sementaranya istrinya, Lady Olave Baden-Powell, mendapat piala perak, sebagai hadiah kenang-kenangan dari para pandu di Hindia-Belanda. Hasil penelitian tersebut kemudian ditampilkan dalam buku berjudul B-P & I (Baden-Powell & Indonesia) dengan subjudul “Melacak sejarah kedatangan Baden-Powell ke Indonesia” setebal 89 halaman. Buku itu kemudian diterbitkan secara terbatas untuk memperingati Hari Baden-Powell/Founder’s Day pada 22 Februari 2008. Buku tersebut telah dibagikan kepada sejumlah tokoh Gerakan Pramuka seusai acara peringatan Hari Baden-Powell di Cibubur, Jakarta Timur, Jumat sore. Di antaranya kepada Wakil Ketua Kwarnas, Kak Amoroso Katamsi, lalu kepada Sekretaris Jenderal Kwarnas, Kak Joedyaningsih, dan Kepala Lembaga Pendidikan Kader Nasional Gerakan Pramuka, Kak Djoko Mursito. Inilah bingkisan kecil yang Kak Berthold Sinaulan persembahkan di Hari Baden-Powell tahun 2008. Salam pramuka Sumber : - Catatan Kak Berthold Sinaulan (Annas Gerakan Pramuka/Wartawan Suara Pembaruan)
18-04-2014 23:43:29  - Posted By Kak Fatoni, S.Sos
Ayah Gendong Mayat Anak karena Tak Mampu Sewa Mobil Jenazah
24-02-2012 17:01:35  - Posted By Kak Agung Widyo S
Apakah Pramuka Itu?
04-12-2013 06:49:05  - Posted By kak Imbar Kuncoro
Sejarah Gerakan Pramuka
08-03-2010 15:38:25  - Posted By Citra Creative
[Renungan] Tingginya Nilai Kasih Sayang
27-01-2010 02:28:18  - Posted By Prastika Ermma
Tersenyum
27-01-2010 02:20:48  - Posted By Prastika Ermma
Rokok, Narkoba dan Aids Mengancam Remaja
17-12-2009 00:23:46  - Posted By Citra Creative
[Renungan] Ayah, kembalikan tangan Dita...
01-12-2009 01:36:45  - Posted By Agung Widyo S
[Humor] Romantika Kaum Perokok
01-12-2009 01:36:03  - Posted By Agung Widyo S
[Renungan] Dendeng & Telur
01-12-2009 01:34:00  - Posted By Agung Widyo S
[Humor] Air & Minyak
30-11-2009 22:59:58  - Posted By Agung Widyo S
Bersyukur Dalam Segala Hal
23-11-2009 00:01:52  - Posted By Citra Creative
Tingginya Nilai Kasih Sayang
23-11-2009 00:01:52  - Posted By Citra Creative
Kisah Sederhana Tapi Penuh Makna
23-11-2009 00:01:52  - Posted By Citra Creative
Kontroversi Tayangan TV
23-11-2009 00:01:52  - Posted By Citra Creative
Laskar Emosi
23-11-2009 00:01:52  - Posted By Citra Creative
Mengisi Kemerdekaan Dengan Kerja Keras
23-11-2009 00:01:52  - Posted By Citra Creative

© 2009 - 2012 Humas Kwarcab Sidoarjo


Copyright © 2009 - 2012 Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo
Creative Design by Citra Crew. All Right Reserved.

Thursday, 24-04-2014 02:26:54