Peringatan Hari Boden Powell ke 157 tahun 2014
ScoutBox | WebMail
 

Teknik Kepramukaan













2002 cialis daily discount mar statistics
2002 cialis daily discount mar statistics

2001 cialis daily discount mar statistics
2001 cialis daily discount mar statistics

2000 buy cialis daily f
2000 buy cialis daily f

ilhamnugrahaa
14001-14002 pangkalan smpn 1 taman
salam pramuka... kak saya iham dari pangkalan SMP Negeri 1 Taman mau bertanya mengenai jambore daerah ... jambore daerahnya itu seleksinya akan di adakan kaapan lagi kak ??? dan kapankah surat edaraan ke 2 di edarkan ??? terima kasih atas perhatiannya,..
Wednesday, 21-05-2014 12:02:11

afiyu basrudin
prambon
salam pramuka,kak saya belum dapat surat keterangan lulus narakarya 2 padahal saya sudah selesai dan sudah llulus dan juga belum dilantik karna umur yg blm cukup.saya peserta KML 2012 yang diselenggarakan du UTC.mohon jawabanya kak!trims
Tuesday, 03-06-2014 11:29:21

Fahrudin Yusron
SMP Negeri 1 Sukodono

Sunday, 25-05-2014 11:24:33

muh.arif arifin
SMK SMTI makassar/02-061/02-062
salam pra,uka ,, hargai cinta dan junjung tinggi cita cita MACCA tetap JAYA
Tuesday, 13-05-2014 15:17:13

M. Fadeli
mantan ketua DKC 97
salam silaturrahmi kagem dulur kelopo cukul, buat adek-adek DKC Sidoarjo "kamu bisa"
Thursday, 08-05-2014 05:51:34

Kak Fatoni, S.Sos
Citra Creative
gsjdsadsag
Tuesday, 06-05-2014 09:13:44

kagh iben
Kwarran Gedangan
Salam Pramuka ,Juni minggu ke 2 Saka nBakti Husada Kwarran Gedangan akan mengadkan pertemuan rutin kembali T/D Gedangan Ayo bergabung ....Salam Pramuka
Monday, 05-05-2014 13:44:58



ARTIKEL UMUM
17 Record
Artikel Terbaru :

Tanggal 22 Februari merupakan Hari Baden-Powell (Founder’s Day). Seluruh anggota Pandu Dunia dan Pramuka merayakannya. Nah… untuk mengenang usaha beliau tersebut serta sebagai penghargaan tertinggi yang saya berikan untuk beliau saya coba mempublikasikan artikel ini. Meskipun terkesan agak terlambat, namun tidak melunturkan semangat saya untuk mempublikasikan artikel ini. Akhir kata, semoga ini bisa membantu kita semua untuk “meluruskan sejarah.” Begitulah kalimat yang saya ingat dari salah seorang sejarahwan yang pernah saya dengar. Karena menurut beliau sejarah di Indonesia ini banyak yang keliru dan perlu dibuktikan kebenarannya. Terimakasih. Berbagai data tentang kedatangan Baden-Powell pernah diungkapkan dalam buku Patah Tumbuh Hilang Berganti – 75 Tahun Kepanduan dan Kepramukaan yang diterbitkan oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka pada 1987. Di halaman 25 buku tersebut terdapat subjudul “Peristiwa kedatangan Baden Powell dan Jambore Dunia”. Pada buku tersebut dituliskan antara lain, “Suatu peristiwa yang tidak mudah dilupakan adalah kedatangan Lord Baden Powell of Gilwell dan Lady Baden Powell di Indonesia, pada tanggal 3 Desember 1934, dalam rangka kunjungan keliling ke beberapa negara, waktu kembali dari Jambore di Australia. Baden Powell melihat keadaan dan perkembangan organisasi kepanduan di Indonesia, yang biarpun pada waktu itu Indonesia dijajah oleh Belanda, namun perkumpulan kepanduannya berkembang sangat pesat dan menggembirakan.” Pada alinea berikutnya dituliskan, “Penerimaan dan acara kunjungan Baden Powell itu diatur sendiri oleh NIPV. Pandu-pandu Indonesia hendak ikut serta menyambut kedatangan Baden Powell, tetapi tidak diperkenankan oleh pimpinan NIPV. Hal ini mengakibatkan bertambah besarnya ketegangan hubungan kepanduan nasional Indonesia dan NIPV.” Data tersebut telah berulang kali saya baca, tetapi hanya sebatas itu saja. Apalagi data dari buku itu telah sering pula dijadikan acuan dalam berbagai penerbitan Kwarnas. Itulah sebabnya, pada awalnya saya tak begitu menaruh perhatian pada keterangan itu. Tapi segalanya berubah tanpa disengaja. Penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan kepustakaan terhadap bundel fotokopi majalah kepanduan Het Padvindersblad, majalah berbahasa Belanda yang merupakan majalah resmi Nederlandsch-Indische Padvinders Vereeniging, organisasi kepanduan Hindia-Belanda. Juga terhadap bundel fotokopi majalah Pandoe, majalah berbahasa Melayu-Indonesia (bahasa Indonesia ‘tempo doeloe’) yang merupakan majalah resmi Kepandoean Bangsa Indonesia. Bundel-bundel fotokopi dari majalah-majalah tahun 1930-an itu sebenarnya telah cukup lama disimpan di Kwarnas, tetapi kurang diperhatikan. Sejumlah buku kepanduan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia juga ditelusur. Dan hasilnya, ternyata data yang termuat dalam buku Patah Tumbuh Hilang Berganti – 75 Tahun Kepanduan dan Kepramukaan banyak yang kurang akurat. Nama Bapak Pandu Sedunia ditulis Baden Powell, padahal seharusnya Baden-Powell dengan garis sambung. Lalu tanggal kedatangan Baden-Powell ke Indonesia yang ketika itu masih berada dalam jajahan Belanda dan dinamakan Hindia-Belanda (Nederlands Indie/Dutch East Indies) bukan 3 Desember 1934 melainkan 4 Desember 1934. Baden-Powell juga bukan datang ke Indonesia, waktu kembali dari Australia. Justru Baden-Powell beserta istri dan dua anak perempuannya ke Indonesia terlebih dulu, baru ke Australia untuk menghadiri jambore di ”Negeri Kanguru” itu. Kurang tepat pula bila dikatakan tak ada pandu-pandu Indonesia yang ikut menyambut Baden-Powell dan keluarganya. Kenyataannya, bahkan tarian Jawa dan Baduy dari Banten, ikut ditampilkan dalam upacara menyambut kedatangan Bapak Pandu Sedunia. Baden-Powell juga mendapat gong berukir, sementaranya istrinya, Lady Olave Baden-Powell, mendapat piala perak, sebagai hadiah kenang-kenangan dari para pandu di Hindia-Belanda. Hasil penelitian tersebut kemudian ditampilkan dalam buku berjudul B-P & I (Baden-Powell & Indonesia) dengan subjudul “Melacak sejarah kedatangan Baden-Powell ke Indonesia” setebal 89 halaman. Buku itu kemudian diterbitkan secara terbatas untuk memperingati Hari Baden-Powell/Founder’s Day pada 22 Februari 2008. Buku tersebut telah dibagikan kepada sejumlah tokoh Gerakan Pramuka seusai acara peringatan Hari Baden-Powell di Cibubur, Jakarta Timur, Jumat sore. Di antaranya kepada Wakil Ketua Kwarnas, Kak Amoroso Katamsi, lalu kepada Sekretaris Jenderal Kwarnas, Kak Joedyaningsih, dan Kepala Lembaga Pendidikan Kader Nasional Gerakan Pramuka, Kak Djoko Mursito. Inilah bingkisan kecil yang Kak Berthold Sinaulan persembahkan di Hari Baden-Powell tahun 2008. Salam pramuka Sumber : - Catatan Kak Berthold Sinaulan (Annas Gerakan Pramuka/Wartawan Suara Pembaruan)
18-04-2014 23:43:29  - Posted By Kak Fatoni, S.Sos


Apakah Pramuka Itu?

Posted By kak Imbar Kuncoro
04-12-2013 06:49:05


Dari: Cerita Api Unggun, dari buku Scouting for Boys.
Oleh: Baden Powell

Saya kira setiap anak laki-laki ingin berbakti kepada tanah airnya. Menjadi pramuka/pandu merupakan suatu cara yang paling tepat untuk merealisasikannya. Seorang pengintai dalam ketentaraan pada umumnya adalah seorang prajurit yang terpilih karena keberanian dan kepandaiannya. Para prajurit itu pergi ke medan pertempuran untuk menyelidiki musuh serta melaporkannya kepada komandan tentang keadaan dan situasi musuh.
Di samping para pengintai dalam peperangan ada juga para pandu perdamaian, yaitu orang yang pada masa damai melaksanakan pekerjaan yang memerlukan keberanian, keterampilan maupun akal. Mereka adalah para perintis dunia.
Para perintis dan para pemburu dari Amerika Utara, para koloni di Amerika Selatan, para pemburu dari Afrika Tengah, para penyelidik dan para penyebar agama di seluruh Asia dan daerah yang belum pernah dikunjungi manusia, para koloni dan para gembala Australia, para polisi di Barat laut Kanada dan Afrika Selatan. Mereka semua adalah pandu perdamaian. Dalam arti sebenarnya, mereka adalah laki-laki sejati dan ahli dalam keterampilan kepramukaan.
Mereka tahu bagaimana cara hidup di dalam rimba. Mereka dapat menemukan jalan serta dapat membaca arti dari tanda-tanda dan bekas-bekas jejak kaki. Karena jauh dari dokter, mereka tahu bagaimana menjaga kesehatan. Mereka kuat, berani dan sanggup menghadapi bahaya serta mempunyai sifat suka menolong. Mereka biasa hidup mandiri dan membela tanah airnya dengan tidak ragu-ragu. Mereka rela berkorban untuk melaksanakan tugas mulia itu. mereka mengorbankan segalanya, termasuk keinginan dan kesenangan pribadinya supaya dapat menyelesaikan tugasnya. Mereka melaksanakan semuanya itu bukan untuk kesenangan mereka pribadi tetapi merupakan tugas yang harus dikerjakan dengan sebaik-baiknya.
Hidup sebagai seorang perintis adalah hidup yang indah, namun hidup yang demikian itu tidak datang secara mendadak tetapi harus dalam kehidupannya adalah mereka yang belajar kepramukaan pada saat mereka masih muda.
Memandu juga sangat berguna untuk segala kehidupan yang kamu inginkan, karena dengan memandu seseorang dapat belajar tentang keprajuritan yang diperlakukan di medan perang ataupun untuk kehidupan bisnis di kota besar. Bahkan juga berguna bagi seseorang yang bekerja bidang ilmu pengetahuan, mengetahui sesuau tentang udara, cahaya dan lain-lain. Betapa perlunya bagi seorang dokter atau ahli bedah memperhatikan tanda-tanda yang sekecil apapun seperti yang dilakukan oleh seorang pramuka dan tahu artinya!
Aku akan memperlihatkan kepadamu, bagaimana kamu dapat mempelajari ketrampilan kepramukaanmu untuk dirimu sendiri, dan bagaimana mempraktekkannya di dalam kehidupanmu sendiri.
Kamu dapat mempelajari semua itu jika kamu bergabung menjadi anggota Gerakan Pramuka.

 


 

Semua Artikel :

Tanggal 22 Februari merupakan Hari Baden-Powell (Founder’s Day). Seluruh anggota Pandu Dunia dan Pramuka merayakannya. Nah… untuk mengenang usaha beliau tersebut serta sebagai penghargaan tertinggi yang saya berikan untuk beliau saya coba mempublikasikan artikel ini. Meskipun terkesan agak terlambat, namun tidak melunturkan semangat saya untuk mempublikasikan artikel ini. Akhir kata, semoga ini bisa membantu kita semua untuk “meluruskan sejarah.” Begitulah kalimat yang saya ingat dari salah seorang sejarahwan yang pernah saya dengar. Karena menurut beliau sejarah di Indonesia ini banyak yang keliru dan perlu dibuktikan kebenarannya. Terimakasih. Berbagai data tentang kedatangan Baden-Powell pernah diungkapkan dalam buku Patah Tumbuh Hilang Berganti – 75 Tahun Kepanduan dan Kepramukaan yang diterbitkan oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka pada 1987. Di halaman 25 buku tersebut terdapat subjudul “Peristiwa kedatangan Baden Powell dan Jambore Dunia”. Pada buku tersebut dituliskan antara lain, “Suatu peristiwa yang tidak mudah dilupakan adalah kedatangan Lord Baden Powell of Gilwell dan Lady Baden Powell di Indonesia, pada tanggal 3 Desember 1934, dalam rangka kunjungan keliling ke beberapa negara, waktu kembali dari Jambore di Australia. Baden Powell melihat keadaan dan perkembangan organisasi kepanduan di Indonesia, yang biarpun pada waktu itu Indonesia dijajah oleh Belanda, namun perkumpulan kepanduannya berkembang sangat pesat dan menggembirakan.” Pada alinea berikutnya dituliskan, “Penerimaan dan acara kunjungan Baden Powell itu diatur sendiri oleh NIPV. Pandu-pandu Indonesia hendak ikut serta menyambut kedatangan Baden Powell, tetapi tidak diperkenankan oleh pimpinan NIPV. Hal ini mengakibatkan bertambah besarnya ketegangan hubungan kepanduan nasional Indonesia dan NIPV.” Data tersebut telah berulang kali saya baca, tetapi hanya sebatas itu saja. Apalagi data dari buku itu telah sering pula dijadikan acuan dalam berbagai penerbitan Kwarnas. Itulah sebabnya, pada awalnya saya tak begitu menaruh perhatian pada keterangan itu. Tapi segalanya berubah tanpa disengaja. Penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan kepustakaan terhadap bundel fotokopi majalah kepanduan Het Padvindersblad, majalah berbahasa Belanda yang merupakan majalah resmi Nederlandsch-Indische Padvinders Vereeniging, organisasi kepanduan Hindia-Belanda. Juga terhadap bundel fotokopi majalah Pandoe, majalah berbahasa Melayu-Indonesia (bahasa Indonesia ‘tempo doeloe’) yang merupakan majalah resmi Kepandoean Bangsa Indonesia. Bundel-bundel fotokopi dari majalah-majalah tahun 1930-an itu sebenarnya telah cukup lama disimpan di Kwarnas, tetapi kurang diperhatikan. Sejumlah buku kepanduan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia juga ditelusur. Dan hasilnya, ternyata data yang termuat dalam buku Patah Tumbuh Hilang Berganti – 75 Tahun Kepanduan dan Kepramukaan banyak yang kurang akurat. Nama Bapak Pandu Sedunia ditulis Baden Powell, padahal seharusnya Baden-Powell dengan garis sambung. Lalu tanggal kedatangan Baden-Powell ke Indonesia yang ketika itu masih berada dalam jajahan Belanda dan dinamakan Hindia-Belanda (Nederlands Indie/Dutch East Indies) bukan 3 Desember 1934 melainkan 4 Desember 1934. Baden-Powell juga bukan datang ke Indonesia, waktu kembali dari Australia. Justru Baden-Powell beserta istri dan dua anak perempuannya ke Indonesia terlebih dulu, baru ke Australia untuk menghadiri jambore di ”Negeri Kanguru” itu. Kurang tepat pula bila dikatakan tak ada pandu-pandu Indonesia yang ikut menyambut Baden-Powell dan keluarganya. Kenyataannya, bahkan tarian Jawa dan Baduy dari Banten, ikut ditampilkan dalam upacara menyambut kedatangan Bapak Pandu Sedunia. Baden-Powell juga mendapat gong berukir, sementaranya istrinya, Lady Olave Baden-Powell, mendapat piala perak, sebagai hadiah kenang-kenangan dari para pandu di Hindia-Belanda. Hasil penelitian tersebut kemudian ditampilkan dalam buku berjudul B-P & I (Baden-Powell & Indonesia) dengan subjudul “Melacak sejarah kedatangan Baden-Powell ke Indonesia” setebal 89 halaman. Buku itu kemudian diterbitkan secara terbatas untuk memperingati Hari Baden-Powell/Founder’s Day pada 22 Februari 2008. Buku tersebut telah dibagikan kepada sejumlah tokoh Gerakan Pramuka seusai acara peringatan Hari Baden-Powell di Cibubur, Jakarta Timur, Jumat sore. Di antaranya kepada Wakil Ketua Kwarnas, Kak Amoroso Katamsi, lalu kepada Sekretaris Jenderal Kwarnas, Kak Joedyaningsih, dan Kepala Lembaga Pendidikan Kader Nasional Gerakan Pramuka, Kak Djoko Mursito. Inilah bingkisan kecil yang Kak Berthold Sinaulan persembahkan di Hari Baden-Powell tahun 2008. Salam pramuka Sumber : - Catatan Kak Berthold Sinaulan (Annas Gerakan Pramuka/Wartawan Suara Pembaruan)
18-04-2014 23:43:29  - Posted By Kak Fatoni, S.Sos
Ayah Gendong Mayat Anak karena Tak Mampu Sewa Mobil Jenazah
24-02-2012 17:01:35  - Posted By Kak Agung Widyo S
Apakah Pramuka Itu?
04-12-2013 06:49:05  - Posted By kak Imbar Kuncoro
Sejarah Gerakan Pramuka
08-03-2010 15:38:25  - Posted By Citra Creative
[Renungan] Tingginya Nilai Kasih Sayang
27-01-2010 02:28:18  - Posted By Prastika Ermma
Tersenyum
27-01-2010 02:20:48  - Posted By Prastika Ermma
Rokok, Narkoba dan Aids Mengancam Remaja
17-12-2009 00:23:46  - Posted By Citra Creative
[Renungan] Ayah, kembalikan tangan Dita...
01-12-2009 01:36:45  - Posted By Agung Widyo S
[Humor] Romantika Kaum Perokok
01-12-2009 01:36:03  - Posted By Agung Widyo S
[Renungan] Dendeng & Telur
01-12-2009 01:34:00  - Posted By Agung Widyo S
[Humor] Air & Minyak
30-11-2009 22:59:58  - Posted By Agung Widyo S
Bersyukur Dalam Segala Hal
23-11-2009 00:01:52  - Posted By Citra Creative
Tingginya Nilai Kasih Sayang
23-11-2009 00:01:52  - Posted By Citra Creative
Kisah Sederhana Tapi Penuh Makna
23-11-2009 00:01:52  - Posted By Citra Creative
Kontroversi Tayangan TV
23-11-2009 00:01:52  - Posted By Citra Creative
Laskar Emosi
23-11-2009 00:01:52  - Posted By Citra Creative
Mengisi Kemerdekaan Dengan Kerja Keras
23-11-2009 00:01:52  - Posted By Citra Creative

© 2009 - 2012 Humas Kwarcab Sidoarjo


Copyright © 2009 - 2012 Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo
Creative Design by Citra Crew. All Right Reserved.

Thursday, 31-07-2014 17:51:39